Artikel Kesehatan Desa Lemahireng

Demam Pada Anak Balita

Kenali, Tangani, dan Waspadai Tanda Bahayanya
Demam merupakan kondisi yang sering dialami anak, terutama saat tubuh sedang melawan infeksi. Sebagian besar demam pada anak dapat membaik dengan sendirinya, tetapi orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi anak karena demam juga dapat menjadi tanda penyakit yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Apa yang Dimaksud dengan Demam?
Demam adalah peningkatan suhu tubuh yang biasanya terjadi sebagai respons tubuh terhadap infeksi. Demam bukanlah penyakit, melainkan salah satu tanda bahwa tubuh sedang melakukan pertahanan terhadap penyebab penyakit.
Pada anak, kondisi umum lebih penting diperhatikan daripada angka suhu saja. Perhatikan apakah anak masih mau minum, tetap merespons ketika diajak berinteraksi, dan masih beraktivitas sesuai kondisinya.

Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah?
1. Pastikan anak mendapatkan cukup cairan. Berikan ASI lebih sering pada bayi yang masih menyusu.
2. Berikan makanan sesuai kemampuan dan keinginan anak.
3. Gunakan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu tebal.
4. Ukur suhu tubuh menggunakan termometer.
5. Istirahatkan anak dan pantau perubahan kondisinya.
6. Obat penurun demam dapat digunakan sesuai anjuran tenaga kesehatan dan dosis yang sesuai usia/berat badan.
7. Yang perlu diingat, tujuan pemberian obat penurun demam bukan hanya untuk membuat angka suhu menjadi normal, tetapi terutama untuk membantu anak merasa lebih nyaman.


Kapan Harus Segera Dibawa ke Fasilitas Kesehatan?
Segera cari pertolongan medis apabila anak:
1. Sulit dibangunkan atau tampak sangat lemas;
2. Sulit bernapas atau napas tampak sangat cepat;
3. Tidak mau minum atau mengalami tanda kekurangan cairan;
mengalami kejang;
4. Muncul ruam yang tidak memudar ketika ditekan;
tampak sangat pucat, kebiruan, atau kondisi anak semakin memburuk;
5. Demam berlangsung selama 5 hari atau lebih.
6. Khusus bayi di bawah 3 bulan, suhu tubuh 38°C atau lebih perlu mendapat penilaian medis segera.
Ingat!


Jangan hanya melihat angka di termometer. Perhatikan kondisi anak secara keseluruhan. Jika orang tua merasa kondisi anak semakin memburuk atau khawatir tidak mampu merawatnya di rumah, segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan.


Demam dapat menjadi bagian dari proses tubuh melawan infeksi, tetapi tanda bahaya tidak boleh diabaikan.

ISI PIRINGKU UNTUK ANAK

Makan Beragam, Tumbuh Sehat, dan Aktif
Masa kanak-kanak merupakan periode penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Makanan yang diberikan setiap hari tidak hanya bertujuan membuat anak kenyang, tetapi juga harus memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral.
Karena itu, anak membutuhkan makanan yang beragam, bergizi, cukup, dan aman.

Apa Itu “Isi Piringku”?
“Isi Piringku” merupakan panduan sederhana untuk membantu keluarga menyediakan makanan yang lebih seimbang dalam satu kali makan.
Secara sederhana, isi piring anak dapat terdiri dari:

🍚 Makanan Pokok
Sebagai sumber energi, misalnya:
nasi, jagung, kentang, ubi, atau singkong.
🥩 Lauk-Pauk
Sebagai sumber protein untuk membantu pertumbuhan dan memperbaiki jaringan tubuh, misalnya:
ikan, telur, ayam, daging, tahu, dan tempe.
🥦 Sayur
Mengandung vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh. Pilih berbagai jenis dan warna sayuran agar makanan lebih beragam.
🍌 Buah
Buah menjadi sumber vitamin, mineral, dan serat. Pilih buah yang mudah ditemukan dan sesuai dengan usia anak.

Tidak Harus Mahal
Makanan bergizi tidak selalu harus mahal. Keluarga dapat memanfaatkan bahan makanan yang tersedia di sekitar.
Contohnya:
Nasi + telur/ikan + sayur + buah
atau
Jagung + tempe + sayur + pisang
Yang terpenting adalah makanan diberikan secara beragam dan cukup, bukan hanya mengandalkan satu jenis makanan.

Tips Memberikan Makanan pada Anak
1. Berikan makanan dengan tekstur yang sesuai usia dan kemampuan anak.
2. Biasakan anak mengenal berbagai jenis makanan.
3. Jangan memaksa anak menghabiskan makanan.
4. Berikan makanan dengan bersih dan aman.
5. Batasi makanan dan minuman yang tinggi gula, garam, serta makanan ultra-proses.
6. Untuk bayi, makanan pendamping ASI mulai diberikan sekitar usia 6 bulan, sambil tetap melanjutkan ASI.

Mulai dari piring sederhana di rumah, kita bisa membantu anak tumbuh lebih sehat.


TBC (Tubercolosis)

Kenali Gejalanya, Cegah Penularannya, Tuntaskan Pengobatannya
Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TBC paling sering menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang bagian tubuh lainnya. TBC dapat dicegah dan disembuhkan apabila ditemukan dan diobati dengan tepat.

Bagaimana TBC Menular?
TBC dapat menular melalui udara ketika seseorang yang menderita TBC paru mengeluarkan bakteri ke udara, misalnya saat batuk atau bersin. Risiko penularan dapat meningkat pada kontak yang dekat dan berlangsung lama, terutama di ruangan dengan ventilasi yang kurang baik.

Kenali Gejalanya
Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Batuk yang berlangsung lama
2. Demam
3. Berkeringat pada malam hari
4. Tubuh mudah lelah atau lemas
5. Berat badan menurun
6. Nafsu makan menurun

Pada anak, gejala TBC dapat berbeda-beda dan terkadang tidak khas. Anak yang memiliki kontak erat dengan penderita TBC juga perlu mendapatkan perhatian dan pemeriksaan sesuai penilaian tenaga kesehatan.

Bagaimana Cara Mencegah TBC?
Pencegahan dapat dilakukan dengan:
1. Menjaga ventilasi rumah
2. Menerapkan etika batuk
3. Tidak mengabaikan gejala
4. Melakukan pemeriksaan bila memiliki kontak erat
5. Memastikan pengobatan dijalani sampai selesai

Etika Merokok

Menghargai Ruang, Menjaga Kesehatan Sesama
Merokok bukan hanya berdampak pada kesehatan orang yang merokok. Asap rokok juga dapat terhirup oleh orang di sekitarnya dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak. Karena itu, memahami etika merokok merupakan bagian dari upaya menghargai kesehatan dan kenyamanan orang lain.

Mengapa Etika Merokok Penting?
Asap rokok mengandung berbagai zat berbahaya. Orang yang tidak merokok pun dapat terpapar ketika berada di sekitar orang yang merokok.
Pada anak-anak, paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, asma, infeksi telinga, serta gangguan fungsi paru. 
Karena itu, kebiasaan merokok perlu memperhatikan tempat, waktu, dan orang-orang di sekitar.

Etika yang Perlu Diperhatikan
🚭 1. Jangan Merokok di Dalam Rumah
Rumah sebaiknya menjadi tempat yang bebas dari asap rokok. Membuka jendela atau menyalakan kipas tidak menjadikan paparan asap rokok sepenuhnya aman.
Terlebih jika di rumah terdapat anak-anak, ibu hamil, atau anggota keluarga dengan gangguan pernapasan.

🚭 2. Hindari Merokok di Dekat Anak
Anak-anak lebih rentan terhadap dampak asap rokok karena organ tubuh dan sistem pernapasan mereka masih berkembang.
Jangan merokok di dekat anak, meskipun berada di luar ruangan.

🚭 3. Patuhi Kawasan Tanpa Rokok
Hormati aturan kawasan tanpa rokok di fasilitas kesehatan, sekolah, tempat ibadah, transportasi umum, dan ruang publik lainnya.
Aturan tersebut dibuat bukan untuk membatasi seseorang semata, tetapi untuk melindungi masyarakat dari paparan asap rokok.

🚭 4. Jangan Merokok di Dalam Kendaraan
Ruang kendaraan yang tertutup dapat membuat asap rokok terkonsentrasi dan terhirup oleh penumpang lain. Anak-anak yang berada di dalam kendaraan juga dapat ikut terpapar.

🚭 5. Jangan Membuat Orang Lain Harus Menghirup Asap Rokok
Sebelum merokok, perhatikan lingkungan sekitar. Jika terdapat orang lain, terutama anak-anak atau ibu hamil, pilihan yang paling aman adalah tidak merokok di area tersebut.

🚭 6. Buang Puntung Rokok pada Tempatnya
Selain mengganggu kebersihan, puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat membahayakan lingkungan dan berpotensi tertelan atau disentuh oleh anak-anak.

HIV: Kenali Faktanya, Jangan Takut dan Jangan Stigma

Masih banyak anggapan bahwa HIV bisa menular hanya karena berjabat tangan, berpelukan, atau tinggal serumah dengan orang yang terinfeksi. Padahal, anggapan tersebut tidak benar. Kurangnya informasi yang tepat justru dapat membuat orang dengan HIV mendapat perlakuan yang tidak seharusnya.

HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Jika tidak mendapatkan pengobatan, HIV dapat berkembang menjadi AIDS. Namun, saat ini HIV dapat dikendalikan dengan pengobatan antiretroviral (ARV), sehingga orang dengan HIV tetap dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik.

Bagaimana HIV Menular?
HIV tidak mudah menular melalui kontak biasa. Penularan terjadi melalui cairan tubuh tertentu, terutama darah, cairan seksual, dan ASI dari ibu yang memiliki HIV. Penularan dapat terjadi melalui hubungan seksual yang berisiko, penggunaan jarum suntik secara bersama, atau dari ibu kepada anak selama kehamilan, persalinan, maupun menyusui.
Sebaliknya, berjabat tangan, berpelukan, makan bersama, menggunakan toilet yang sama, atau berada dalam satu ruangan tidak menyebabkan HIV menular.
Karena itu, tidak ada alasan untuk menjauhi atau mengucilkan seseorang hanya karena ia hidup dengan HIV.

Sering Kali Tidak Menunjukkan Gejala
Seseorang yang terinfeksi HIV tidak selalu terlihat sakit. Pada tahap awal, gejalanya juga dapat menyerupai penyakit lain sehingga tidak bisa digunakan untuk memastikan seseorang memiliki HIV. Cara untuk mengetahui status HIV adalah dengan melakukan tes HIV. Pemeriksaan dapat membantu seseorang mendapatkan penanganan lebih awal jika hasilnya positif.

HIV Bisa Dikendalikan
HIV memang belum dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi pengobatan ARV dapat menekan jumlah virus di dalam tubuh. Jika pengobatan dijalani secara rutin dan viral load berhasil ditekan hingga tidak terdeteksi, HIV tidak ditularkan melalui hubungan seksual.
Hal ini menunjukkan bahwa HIV bukanlah akhir dari kehidupan. Yang dibutuhkan adalah pemeriksaan, pengobatan yang tepat, serta dukungan dari lingkungan sekitar.

Mulai dari Informasi yang Benar
Mencegah HIV bukan berarti harus takut kepada orang yang hidup dengan HIV. Pencegahan justru dimulai dari pengetahuan yang benar dan perilaku yang bertanggung jawab.
HIV dapat dicegah, dapat dikendalikan, dan orang dengan HIV tetap berhak hidup sehat serta diperlakukan dengan baik.